Dewasa dengan Nadir

08 November 2010
sudah terlalu lama aku bersembunyi dibalik topeng. aku berperan bak artis kawakan. aku berakting atas arahan sutradara super handal; tak lain: diriku sendiri. Dengan topengku, aku mengarungi perjalanan panjang, lama.... bertahun-tahun!!! perjalanan yang kulalui akhir2 ini mungkin akan jadi perjalananku menuju nadir.

Kedewasaan; satu nama yang mengiang-ngiang. aku bermimpi dia kan bertamu padaku. menceritakan padaku siapa sebenarnya Dewasa.
Aku sangat ingin mendapati sosok dewasa yang akan dia ceriterakan adalah "sosok berani menentang"; melawan apa yang tak sesuai dengan kata hati. Tidak laiknya anak kecil; selalu diajari untuk jadi anak penurut; biar sampe besarnya dia tetep penurut; mudah diatur, mudah diperintah, mudah diperdaya, dan juga mudah dibohongi.


Anak-Anak; makhluk2 kecil dengan sejuta rasa bahagia. sehari-hari hanya tahu bermain dan tertawa, "masalahnya adalah berantem", "solusinya adalah menangis", dan bila perlu pengadil, maka pengadilnya adalah lupa.
indahhhhh, mudahhhh, dan ringan: serasa tanpa bebannnn.....

jadi, kenapa harus jadi dewasa kalo kanak-kanak lebih menyenangkan??

4 comments:

  1. Anonim mengatakan...:

    Nur Wae :
    Tapi buka dulu topengmu
    Buka dulu topengmu
    Biar ku lihat warnamu
    Kan kulihat warnamu

    (peterpan-topeng)
    sebelum koment nyanyi2 dulu,biar sesuai dgn gambar,,,,


    memang masa anak2 lebih menyenangkan dari masa dewasa,terkadang kita ingin kembali ke masa anak2 dulu, tp hidup kan harus jalan terus,,,,

  1. Coretan Hidup mengatakan...:

    wah, jadilah manusia easy going, gus, hidup ini ringan tanpa beban,

  1. ''Goesphin" mengatakan...:

    masak sih?

  1. Anonim mengatakan...:

    agosssss!!!

Poskan Komentar

hei, kawan.!!!!! suka ngga suka sama postingan ini,
jangan lupa tinggalin sepatah dua patah Kata yah.........