Kedai ini bak teras rumahku. Aku duduk di kursi ujung, di sudut, bersandarkan dinding; dan tentu saja sendirian, tak ada pengunjung lain. Beberapa pelayan kedai kadang-kadang mengintipku: barangkali takut aku kabur tanpa bayar. (Suudzon abisss)
Kedai Massa, sesungguhnya hanya warung kopi yang agak punya nama -di kota kecil ini. Tapi aku datang kemari untuk menyumpal lambungku biar ngga berisik. Mungkin ini terdengar sedikit bodoh, tapi aku tak peduli. Aku bingung memilih tempat makan yang cocok untuk siang ini.
Aku terjebak dalam lamunan. menyalahkan diriku sendiri, betapa selama ini aku telah lari dari area kuadran satu. Aku tak tahu, jangan-jangan aku sudah berada di kuadran dua, kuadran empat, atau bahkan kuadran tiga. Aku sedemikian terpuruk.... #eaaaaa
Aku sedikit yakin: kamu, yang tidak pernah mencontek sepanjang hidup, pasti bingung kuadran itu apa, boro-boro tahu arti versiku (kayaknya asyik aja berprasangka buruk ini hari, haha). Sebelum lanjut ngobrol, baiknya kujelaskan dulu untukmu dalam tatanan bahasaku. Kuadran itu istilah dari dunia matematika, ilmu hitung yang konon hobinya menghantui bagi para pecandu contekan. Kuadran adalah bagian seperempat lingkaran, atau lebih pas-nya bagian dari lingkaran yang dibagi oleh dua garis bersilangan tegak lurus.
 |
| Gambar Kuadran |
Lingkaran terbagi dalam 4 kuadran,
kuadran 1 : nilai x dan y sama-sama positif (+)
kuadran 2 : nilai x negatif (-) dan nilai y positif (+)
kuadran 3 : nilai x dan y sama-sama negatif (-)
kuadran 4 : nilai x positif (+) dan nilai y negatif (-)
Okay, lebih lanjut, kuadran-kuadran kupakai sebagai simbol kelompok kehidupan, sumbu y ku ibaratkan sebagai garis ketuhanan, dan sumbu x adalah nuraniah manusia. Kuadran satu adalah area untuk orang-orang baik yang kehidupannya nyaris sempurna, positif dalam berbagai hal, bahagia dunia-akhirat. Intinya kuadran satu dihuni orang-orang dengan kehidupan yang ideal banget. Kuadran dua dan seterusnya, tentunya sudah bisa kita nalar sendiri: Yang pasti, tak lebih baik dari orang di kuadran satu...
Aku menduga, kegalauanku selama ini disebabkan kondisiku saat ini yang kusadari benar-benar nothing possitive dalam berbagai hal: Kesehatan, Asmara, Keuangan, Ketuhanan, dsb.
Kesehatan: eh, tiba2 aja badanku sudah tambun abis. Obesitas melanda. Perut buncit tak terkira. Ini kuyakini akibat porsi olahragaku yang sangat amat kurang dan juga karena tak terkendalinya nafsu untuk terus mengunyah makanan enak.
Asmara: memang dari dulu sudah kacau. tak ada yang bisa dibanggakan kecuali rekor menjadi jomblongenes dari masa ke masa. Kasih sayang adalah hal yang cukup mahal dalam hidupku.
Keuangan: aku ngga pernah tahu berapa pastinya pendapatanku dan berapa pengeluaranku. Nggak banget kan? untungnya, sejauh ini ga gitu bermasalah.. hidupku jalan terus.. Yay!
Ketuhanan: ini hal paling krusial yang bikin aku sangat terpuruk. Lima tahun sudah aku di sini, di kota ini, terpisah ribuan mil dari orang tuaku. Nilai-nilai spiritual yang dulu ditanam orang tuaku kian layu: tak pernah disiram, dipupuk, dan disiangi. Sementara hama-hama terus menggodaku, memakanku.
Dan semua ini membuat aku merasa terkapar... terkapar di kuadran tiga... entah, aku kan mampu bangkit atau justru makin larut....
asw.... jangan begitu bro, kita harus semangat terus! ^^
ane tunggu puisi-puisinya gan...
oia, karena dulu blog ane cuma jual buku2 aja(yg rumahbukuiqro.blogspot.com)nah... ane sekarang ada blog satu lagi gan... belajarbisnismandiri.blogspot.com, jadi ada 2 nih,
)* note: i'm still love that 'sepeda' poem very much! hehe
semoga kita masih bisa menebar manfaat kemanapun...amin